Kok Susah Ya Dapat Host Family? Simak Ini Dulu…

Ada yang cepat dapat keluarga angkat ada juga yang ga dapat-dapat bahkan udah hampir setahun mencari masih ga dapat.

Kenapa sih? Apa profil saya kurang menarik? Atau karena background saya yang berbeda agama dengan si calon host family? Atau apa mungkin karena saya berhijab? Atau kenapaaa?? Etaa terangkanlahhh…

Yapp kalau kamu sudah masuk pada tahapan pertanyaan-pertanyaan dan kegalauan di atas artinya kamu sudah cukup lama dalam masa pencarian keluarga angkat. Paling cepat rata-rata calon au pair berjodoh dengan calon host family itu kurang lebih 3 bulan sampai 6 bulan dan paling lama satu tahun atau bahkan tidak dapat sama sekali.

Ada beberapa sebab misalnya:

1. Profil sudah cukup menarik, tapi pelamar lain profilnya lebih menarik dan ketika wawancara via skype/video call mereka lebih meyakinkan.

Mungkin mereka lebih lancar berbahasa asingnya (baik Inggris maupun bahasa asing lainnya). Uhh apa lagi calon au pair dari Filipina, mereka sangat fasih dan luwes berbahasa Inggris).

2. Saya bisa memasak. Oke. Ini nilai plus bagi kamu calon au pair yang diminta untuk memasak untuk keluarga angkat kamu kelak. Tapi, ada tapinya. Masakan Indonesia yang cendrung berminyak dan pedas/spicy agak kurang bisa diterima dilidah dan perut mereka. Untuk sesekali mereka suka untuk menikmati masakan Indonesia yang kaya akan rempah-rempahnya, tapi untuk keseharian mereka memilih untuk memakan makanan yang sehat seperti sayuran rebus, lebih banyak daging, less salt and sugar, and less carbohydrates.

Apalagi kalau kamu memasak untuk si anaknya yang masih kecil jelas kamu ga bisa sembarang memasak dan mencampur dengan bumbu seperti lada atau cabai meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit. For you it’s nothing but for them it’s too strong.

3. Saya Muslim dan berhijab. Apakah karena saya Muslim dan berhijab saya jadi susah menemukan keluarga angkat? Hmm.. Sebenarnya tidak. Bukan karena agamamu ataupun hijabmu.

Beberapa keluarga sangat bertoleransi dengan agama yang berbeda. Maka kamu harus sabar menemukan keluarga yang open minded dan menerima segala perbedaan tersebut.

Tapi iya memang ada beberapa keluarga juga yang lebih baik mencari au pair yang berlatar belakang sama atau tidak menjalankan suatu agama atau ajaran karena lebih simple dan tidak ribet. Ribetnya di mana? Misalnya untuk mereka yang memakan babi pasti harus memisahkan makanan mereka dengan makananmu, jadi mereka harus membeli makanan ekstra. Ada juga keluarga yang keberatan jika au pairnya mengambil waktu jeda untuk melaksanakan ibadanya. Hmm.. sebenarnya ini bukan masalah juga. Hanya dibeberapa keluarga saja yang enggan melakukannya. So if they mind it, its mean they are a strict family. And I would say you won’t be comfortable to stay there.

Sekali lagi, yang melamar menjadi au pair di keluarga itu bukan cuma kamu saja, mungkin calon au pair lainnya lebih flexible.

So tenang saja buat kamu yang muslim dan berhijab, pasti ketemu kok host family nya.

4. Bisa naik sepeda. Bagi yang menemukan permintaan kriteria calon au pair yang bisa bersepeda dan bertugas membonceng si anak denga sepeda, harus sadar diri. Hehe. Kenapa? Karena naik sepeda sendiri saja sudah berat kalau harus membonceng si anak yang bobotnya lebih besar dan berat pasti kewalahan. Sebagai orang asia tubuh kita lebih kecil dibanding orang Eropa. Jadi lebih baik pikir-pikir lagi, dari pada setelah diterima jadi au pairnya malah kitanya yang mengeluh.

5. Driving License. Untuk beberapa keluarga, calon au pair yang memiliki driving license adalah nilai plus. Tapi karena arus lalu lintas yang berbeda di Indonesia dan Eropa tentu ini jadi pertimbangan. Di Indonesia menganut sistem kemudi kanan sedangkan di Eropa kemudinya berada di kiri.

6. Gak punya tujuan setelah jadi au pair. Pada saat wawancara tentunya si calon keluarga angkat akan bertanya apakah rencana kita selanjutnya setelah jadi au pair? Atau bahkan tujuan menjadi au pair itu sendiri. Hanya sekedar ingin merasakan tinggal di luar negeri kah atau alasan lainnya.

Jika kamu ingin lanjut jadi au pair di negara lain atau lanjut meneruskan pendidikan katakan saja sejujurnya, syukur-syukur mereka bisa dan mau membantu memberi jnformasi.

Jika kamunya sendiri menggebu-gebu ingin jadi au pair mereka tapi kamu belum tahu tujuan kamu berikutnya mereka agak ragu untuk memilih kamu.

Sama halnya seperti PDKT dengan gebetan atau mengenalkan pacar ke orang tua. Harus benar-benar jelas dan terpercaya dulu baru dipilih kah? Hehe…

Iyapppp.. Itulah kurang lebihnya yang bisa saya share kali ini,  semoga bisa menambah masukan dan membantu koreksi profil kamu. 😉

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s