Menjadi Au Pair di Belanda

👣

         👣

Menjadi Au Pair, bertukar budaya, jalan-jalan tentunya berbeda jika kita hanya sekedar datang untuk menjadi turis. Dengan menjadi au pair kita dapat merasakan dan memahami budaya sesungguhya dari Negara yang kita kunjungi.

Setelah Finlandia, saya berencana melanjutkan au pair ke negara lain. Belgia dan Belanda adalah negara yang menjadi tujuan berikutnya. Saya secara mendadak jatuh cinta dengan negara Belanda karena pemandangannya yang begitu hijau di banding Finlandia yang terkesan kelabu.

Lagi pula saya berencana melanjutkan study ke Belgia.

Saya mendaftar di beberapa agensi au pair, seperti :

1. Aupairsupport.be (Au pair support Belgium)

Untuk mendaftar ke agensi au pair di Negara Belgia. Agensi tidak berbayar ini adminnya sangat bersahabat. Kemungkinan mendapat host family dari agency ini juga lumayan besar peluangnya, karena pihak agency akan mengirimkan dan men suggest  profil kita ke calon host fam sesui kriteria yang mereka inginkan.

Adminnya pun sangat ramah dan transparan, “Some of our au pairs get matched in a few weeks, some never get matched.
It depends on the choices of the family.
The only thing we can do, is make your profile as interesting and good as possible. We will try to find you a nice family as soon as possible.”

Jadi buat lah profil sebaik-baiknya.   Jual diri dengan menunjukkan hal terbaik apa yang pernah kamu lakukan dan bisa berikan ke host family.

Sempat berdiskusi juga dengan adminnya dan dia mengatakan, “To be an au pair should be fun not expensive”.

2. Smiling Face Agency

Ini merupakan agency berbayar. Untuk informasi dan bagaimana cara mendaftarnya kamu bisa kirim email ke agency tersebut, nanti akan diarahkan ke agency smilingfaces yang berada di Jakarta.

3. Aupairworld.com

Situs pencarian au pair yang dipakai segala umat di seluruh penjuru dunia. Saya tetap mengandalkan situs ini karena mudah dan efisien untuk di gunakan. Toh sebenarnya lewat agensi maupun jalur mandiri sebenarnya sama saja, semua kembali kepada minat keluarga angkat di sana apakah mau menjadikan kita sebagai au pairnya atau tidak.

Semua kembali ke cocok-an antara calon au pair dan host family. Agensi berbayar sekalipun tidak menjamin akan mendapatkan host family dengan cepat, tapi kelebihannya dokumen kita sudah diurusi oleh pihak agency.

Saya tidak menggunakan situs pencarian au pair lainnya karena meminimalisir ketemu scammers dan juga mengurangi spam di email.

Pokoknya kalau dapat email dari keluarga yang menawarkan posisi menjadi au pair di beberapa negara seperti UK, USA sudahlah abaikan saja, sudah pasti itu scam. Kalau pun bukan scam tidak ada visa untuk au pair ke negara tersebut, ke negara USA mungkin masih bisa tapi jangan percaya begitu saja karena kalau tidak melalui agen resmi akan bahaya jika sampai terjerumus ke human trafficking.

Faktor X yang bisa mendorong kita menemukan calon host family secepatnya :

1. Good & high profile : Kamu bisa menulis dan bercerita pengalaman kamu dengan anak-anak minimal dengan bahasa Inggris yang baik. (Yahh.. Grammar sih ga penting-penting banget)

Gimana orang bisa tahu kamu adalah kandidat terbaik kalau kamu cuma bilang saya ingin menjadi au pair karena saya suka dengan anak-anak. Itu ga menggambarkan diri kamu sebagai the best candidate. Ingat yang melamar sebagai au pair di satu keluarga bisa sampai ratusan au pair, belum lagi masih harus bersaing dengan au pair asli asal Eropa (pemegang paspor eropa yang ga perlu ribet soal visa dan tiket pesawat telepon terbang).

Kamu bisa ceritakan pengalaman kamu dengan anak kecil dari usia 0-13 tahun misalnya.

Meskipun belum pernah menjadi au pair sebelumnya, kamu bisa menceritakan pengalaman kamu dengan keponakan, adik, sepupu atau bahkan anak tetangga pun tidak jadi masalah. Ceritakan apa tugas kamu saat bersama anak tersebut. Misalnya : Babysitting, give a bath, wake them up, dressed up, feed them, changed diapers or anything else.

2. Foto yang unik dengan anak kecil

Ini bisa jadi bahan pertimbangan lho. Si calon host family bisa lihat gimana sih ekspresi anak-anak saat bersama kamu. Maka berikan foto-foto dengan ekspresi ceria yang natural.

3. Reference

Ini lumayan penting nih. Kamu bisa minta kenalan kamu yang lancar berbahasa inggris untuk menjadi reference kamu. Misalnya tante kamu, kakak kamu yang sudah punya anak, atau organisasi yang di dalamnya kamu pernah terlibat dengan anak-anak.

Si calon host family tentu belum kenal siapa kamu dan ingin mengenal dan mengetahui lebih dalam tentang kamu secara personality dan kinerja, dinilai dari sudut pandang orang lain terlebih dahulu. Maka usahakan meminta reference yang mendukung kamu bahwa kamu adalah orang yang nice dan worthy.

4. Being active and sporty.

Even though you’re not that as active as European people because you’re Indonesian (me either hahaha). You can tell them that you have some hobbies to keep you to be active all day.

You could imagine if you are the host parent and you want to host an au pair in your house, I guess it wouldn’t be nice if the au pair only can be such a couch potato at home. 😂

They might be worried if you just staying at your room, it’s like, “Is she alive? Is she not happy here?” (in their mind)

So you can tell them that you like traveling, sport, or photography instead then you can achieve your goals as an au pair there.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s