Tipe-tipe Keluarga yang Ditemui Saat Pencarian Keluarga Angkat Au Pair

Masa-masa pencarian keluarga angkat, saya akui masa itulah yang paling menjemukan. Bosan, kesal, was-was, lelah, bahkan sempat putus asa.

Hari demi hari berganti, lalu bulan ke bulan berikutnya. Bahkan untuk beberapa yang kurang beruntung bisa sampai tahunan atau tidak mememukan sama sekali. Tapi yang namanya usaha pantang jika dilakukan setengah-setengah.

Kali ini saya akan menceritakan tipe keluarga yang mungkin saja akan kita temui dalam proses pencarian keluarga angkat program au pair ini.

1. PHP

Keluarga ini pada awalnya memberi harapan pada si calon au pair. Awalnya mereka mengatakan positif akan menerima si calon au pair di keluarga mereka, bahkan setelah wawancara lewat video call sudah terasa klop, tapi di detik-detik terakhir mereka mengatakan tidak jadi menerima si calon au pair di keluarganya dengan macam-macam alasan, misalnya tiba-tiba menemukan au pair yang sudah berada di negaranya atau memutuskan untuk memakai jasa nanny saja, dll.

2. Single Parent yang Mencari Jodoh

Ada saja modus tersirat dari mengundang au pair ke keluarganya. Setelah mengirim pesan di website pencarian au pair, calon orang tua angkat ini meminta kontak si calon au pair agar lebih mudah komunikasinya. Namun tiba-tiba setelah beberapa hari membahas soal kesepakatan si calon orang tua angkat ini mengatakan tidak bisa menerima si calon au pair di keluarganya karena sudah menemukan au pair yang tepat. Akan tetapi, si single parent ini malah terus mengirim pesan terus ke si calon au pair dan mengatakan bahwa kita masih bisa jadi teman kok dan juga ibu baru bagi anaknya. Kok agak ga aneh ya rasanya, jadi merasa beruntung ga dipilih jadi au pairnya.

Modusnya pun macam-macam, seperti dari kejadian yang saya alami, misalnya mengajak ngobrol/chatting lewat skype, lalu meminta kirimkan foto pemandangan wisata terkenal di negara saya. Ketika sudah dikirimkan, alibinya gambar yang dikirim ternyata tidak sampai padanya akhinya ia meminta kirimkan lewat whatsapp. Kalau sudah begini saya pun juga ilfeel dan memblok saja akunnya.

Modus lain juga saya alami lagi beberapa bulan setelahnya, setelah bertukar pesan di website (website yang berbeda) ia meminta kirimkan email, namun ia mengatakan tidak menerima email apapun dari saya dan mengatakan untuk meminta kontak whatsapp saya atau skype.

Saya curiga karena pola yang digunakan serupa dengan kejadian sebelumnya, jangan-jangan ini orang yang sama.

3. Keluarga Higienis Tingkat Tinggi

Ada lho keluarga yang menyeleksi calon au pairnya dengan meminta bukti foto ruangan kamar kita di rumah kita sendiri, apakah rapi seperti ekspetasi mereka atau tidak? Selain itu kita dituntun untuk menjaga kebersihan anaknya dan menjauhkannya dari kotor. Hmm.. Sepertinya takut kotor. 🤔

4. Si Pelit

Saat yang paling menentukan biasanya saat sedang berunding untuk sebuah kesepakatan.

Berapa uang saku yang akan di dapat dan fasilitas apa yang mereka berikan untuk membuat si au pair betah nantinya.

Misalnya di Belgia uang saku minimum adalah 450€ namun si keluarga itu hanya bersedia membayar 300€, mengingat biaya hidup di negara tersebut lebih tinggi dari negara lainnya seharusnya wajar jika au pair mendapat uang saku 450€ sesuai dengan standar ketetapan regulasi mengenai au pair di negara tersebut.

Kemudian keluarga tersebut berdalih, oh itu sungguh tidak adil bagi pihak keluarga yang berada di Belgia dibandingkan dengan uang saku yang di dapat au pair di Jerman (berkisar 260€). Kalau saya bisa saran, lebih baik ga usah pakai au pair kalau emang gak mampu mengundang au pair.

5. Mereka yang Tak Mau Ribet

Biasanya keluarga ini tidak mau ambil pusing soal pengurusan visa dan tiket pesawat untuk au pair yang berasal dari luar wilayah non EU atau non America.

Tentunya akan mudah bila keluarga menggunakan agency tapi lagi-lagi hal tersebut akan mengeluarkan biaya yang lebih.

6. The Virgin

Maksudnya di sini adalah keluarga angkat yang baru pertama kali ingin mengundang au pair di keluarganya. Biasanya mereka akan bingung sendiri mengenai bagaimana caranya mendatangkan au pair yang menggunakan visa.

Yah.. itulah kurang lebihnya beberapa tipe keluarga yang mungkin ditemui sepanjang proses pencarian keluarga angkat untuk au pair. Hal-hal di atas merupakan segelintir pengalaman saya pribadi. Tapi tidak perlu khawatir masih banyak kok keluarga angkat yang baik dan mau menerima kita apa adanya.

Keep searching 😉

One thought on “Tipe-tipe Keluarga yang Ditemui Saat Pencarian Keluarga Angkat Au Pair

  1. Wah lagi kurang beruntung.
    Padahal iya sih kalo dipikir-pikir ketimbang pake nanny itu sendiri jauh lebih mahal bisa di atas 1000€ denger2. Hoho..

    Emang kudu jeli pas bikin kesepakatan.
    Well, menjadi au pair juga sebenernya investasi dan pengalaman.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s